PRESS RELEASE KUNJUNGAN KOMUNITAS ABILITY PROJECT
PRESS RELEASE KUNJUNGAN KOMUNITAS
ABILITY PROJECT
Ikhlas Munajati PPKN Fakultas Ilmu
Sosial 2019
Rangkaian Acara:
1.
Pembukaan dan pembacaan doa oleh Ikhlas
Munajati selaku moderator
2.
Pembacaan CV Pemateri ( Syafa Almaliya)
3.
Penyampaian materi oleh ka Syafa
4.
Sesi tanya jawab
5.
Sharing-sharing pemateri dan audiens
terkait pengabdian dalam bidang pendidikan
6.
Penutup
Tempat: Google Meet
Hari/tanggal: Minggu,
12 Juli 2020 pukul 13.00-14.30 WIB
ABILITY PROJECT
Ability
project adalah wadah bagi anak-anak yang kurang mampu dalam bidang finansial
sehingga mereka memiliki kesempatan untuk mengikuti bimbingan belajar tambahan
secara gratis. Komunitas ini didirikan pada tanggal 27 Februari 2016 yang
menjadikan rumah tak terpakai di daerah Pekayon, Kota Bekasi. Pencetus dari
komunitas ini adalah kakak-kakak yang saat itu masih kuliah yaitu ada ka Firli,
ka Faren, dan juga ka Vila. Melihat bahwa di lingkungan Pekayon itu memiliki
banyak anak SD yang dapat diarahkan untuk hal-hal positif, sehingga
terbentuklah komunitas ini.
Sesi
tanya jawab:
1. Tantangan dan hambatan apa yang
sering dihadapi oleh kakak-kakak ability project pada awal terbentuknya
komunitas ini dan pada saat belangsungnya kegiatan belajar?
Komitmen dari para relawan dan kita tidak bisa memaksakan keinginan dari
pengajar untuk tetap memberi pelajaran pada anak-anak, karena abiliy project
ini bersifat sukarela. Untuk saat ini pengajar tetap diablity proct ada 18
orang, dan untuk fasilitas berasal dari pada donatur. Dan hambatan lainnya adalah ketika banjir
bandang melanda bekasi yang berakibat terendamnya fasilitas dari ability
project. Namun, fasilitas tersebut kembali ada karena bantuan para donatur.
2.
Apakah
ability project memiliki kurikulum pembelajaran? Ability
project mengikuti kurikulum 2013, karena ketika mengajar kami tetap berpatokan
pada apa yang sedang mereka pelajari di sekolah dan kami juga mengajar dengan
sistem belajar sambil bermain agar anak-anak tidak mudah bosan.
3.
Program
apa yang menjadi pembeda antara ability project dengan tempat belajar lainnya? Ability
project ini dalam sebulan ada 4 kali pertemuan. Dimana minggu pertama itu
belajar terkait materi di sekolah, minggu ke dua adalah belajar bahasa inggris.
Minggu ketiga belajar materi sekolah, dan minggu keempat belajar terkait
keterampilan. Dengan melakukan keterampilan diharapkan anak-anak mampu
menciptakan hal-hal menarik dan tentunya kegiatan tersebut disenangi oleh
anak-anak.
4. Bagaimana pembagian waktu ketika
mengajar? Dan strategi apa yang dilakukan agar adik-adik tetap semnagat belajar
meskipun sepulang sekolah? Ability project melakukan kegiatan
belajar pada hari sabtu, anak-anak kan sudah memiliki jadwal belajar nya
sendiri di sekolah yaitu dari hari senin-sabtu, namun untuk hari sabtu mereka
hanya ada kegiatan pramuka saja sehingga ketika mereka selesai pramuka, mereka
bisa datang ke pengajaran. Untuk kegiatan di hari sabtu itu terdapat 2 sesi
yaitu sesi pertama dari jam 1 sampai setengah 3 yang diperuntukkan bagi anak
kelas 1-3, dan untuk sesi 2 yaitu pada jam setengah 3 sampai jam 5 sore.
Ability project memili metode belajar yang menyenangkan seperti mmeberikan
soal, membhas, dan melakukan diskusi, jadi sistemnya itu belajar sambil
bermain. Sebelum kegiatan belajar berlangsung juga kami melakukan ice breaking
terlebih dahulu agar mereka kembali semangat.
5. Tanggapan terkiat pembelajaran
selama pandemi ini? Pembelajaran selama pandemi ini sangat
tidak efektif karena anak-anak hanya diberikan tugas tanpa penjelasan yang
lebih terkait materi yang sedang dipelajari, dan mereka belum bisa belajar
mandiri layaknya anak SMP, SMA, ataupun Kuliah sehingga dengan adanya pandemi
ini menyulitkan mereka untuk memperoleh pembelajaran. Ditambah dengan orang tua
yang tidak bisa membeli kuota karena keterbatasan finansial mereka, hal ini
memperburuk pjj selama pandemi.
6.
Bagiamana
cara mengcover anak-anak yang begitu banyak dan ingin belajar namun relawannya
sedikit? Kami bagi-bagi tugas, jika relawan yang hadir pada
saat kegiatan belajar itu banyak maka masing-masing kelas akan diisi oleh 2-3
pengajar, namun jika pengajarnya itu sedikit maka 1 kelas hanya diisi oleh 1
pengajar, jika masih tidak memungkinkan maka kelas 1 dan kelas 2 akan digabung
belajarnya. Namun, materi yang disampaikan itu bersifat umum sehingga baik itu
kelas 1 ataupun kelas 2 mampu memahami penjelasan yang diberikan.
7.
Apakah
kegiatan dari ability project hanya kegiatan belajar saja? Tidak,
jadi kegiatan di ability project selain belajar itu ada kegiatan sosial lain
seperti memberikan bantuan bagi korban bencana atau orang yang kesulitan, kami
juga pernah melakukan buka bersama, serta kegiatan di luar lainnya.
8.
Apakah
visi terbesar ability projek hanya untuk daerah pekayon saja? Untuk
saat ini kami memfokuskan untuk satu tempat saja, karena keterbatasan dari
relawan juga dan setelah pandemi ini akan ada open recruitment bagi pengurus
baru di ability project. Dan temen-temen bisa memperoleh informasi terkait open
recruitmen dimedia sosial ability project.
9.
Apa
Suka duka menjadi relawan di ability project? Alhamdulillah
dukanya tidak ada. Kita mengajar namun kita yang lebih banyak mendapat
pelajaran dari adik-adik, meskipun mereka kekurangan finansialnya namun mereka
tetap bersyukur.
10. Apakah hal paling berkesan selama
menjadi relawan? Mensyukuri hidup, seperti pada saat itu
kami melakukan buka bersama, ada anak yang tidak menghabiskan kolak yang
diberikan. Kemudian kami bertanya kepada anak itu “apakah kolaknya tidak enak
sehingga kamu tidak menghabiskannya?” kemudian jawaban dari anak itu adalah “ini
kolak untuk ibu saya di rumah” dan meskipun mereka cape, mereka tetap semangat.
11. Apa planning terdepat dari ability
project? Lebih meningkatkan semnagat adik-adik, membuat
mereka memiliki cita-cita yang tinggi, serta menunjukkan kepada mereka bahwa
diluaran sana banyak hal-hal hebat yang bisa mereka dapatkan,
12. Apa motivasi untuk tetap bertahan
di ability project? Motivasi terbesar adalah ketika melihat
orang lain tertawa dengan apa yang kita lakukan, kita juga memiliki banyak
waktu, uang, dan juga tenaga untuk menyebarkan hal-hal yang bermanfaat.
Closing statement: banyak diluaran sana
yang membutuhkan energi positif dari kita, dan jangan lupa untuk terus melihat
kebawah hingga akhirnya kita bisa bermanfaat bagi orang banyak. Terima kasih
Komentar
Posting Komentar