PRESS RELEASE OPENING TRAINING FOR EDUCATION REFORMERS 2020
Ikhlas Munajati PPKN 2019 Fakultas Ilmu Sosial 2019
Rangkaian
Opening:
1. Pembukaan
oleh MC yaitu Ahmad Fathurohman (FT 17) dan Dimas Panji (FT 17)
2. Tilawah
oleh Ilham Maulana (FMIPA 19)
3. Sambutan
Ketua Pelaksana: Ahmat Tohir
4. Sambutan
Ketua BEM UNJ: Remy Hastian
5. Pembacaan
CV Moderator oleh MC
6. Pembacaan
CV Pemateri oleh Moderator
7. Penyampaian
Materi
8. Sesi
Tanya Jawab
9. Penutupan
Acara Sekaligus Foto Bersama
Tema
Diskusi: “Peran Literasi Saat Pandemi
COVID-19”
Moderator:
Ahmad Faturohman
Pembicara:
Kak Miqdad Ramadhan
Tempat:
Zoom
Hari/Tanggal:
Minggu, 5 juli 2020
Jargon
Eduwa: Eduwa UNJ- Mendidik, Menata Peradaban
LITERASI
ADALAH NAFAS
Salah
satu penyakit di Indonesia adalah tragedi Nol Buku, dimana dalam satu tahun
tidak ada anak indonesia yang bisa membaca minimal satu buku. Hal ini sangat
menyedihkan padahal dengan membaca buku banyak sekali manfaat yang akan
didapatkan. Manfaat membaca buku antara lain:
1. Dengan
membaca maka jiwa akan terasa hidup
Sebagaimana
kita ketahui bahwa dalam umat islam sangat dianjurkan untuk membaca terdapat
dalam surah Al-Alaq yaitu iqra (bacalah). Membaca disini bisa juga diartikan
dengan membaca alam semesta, bersyukur dengan segala yang telah Allah berikan
dan alam yang disediakan oleh Allah dapat memberikan pelajaran yang berharga
bagi manusia.
2. Membaca
buku akan memperoleh kisah yang lebih sulit dari yang kita alami.
Hal
ini bisa menjadi motivasi bagi seseorang jika dalam keadaan yang sangat
terpuruk. Biasanya kita dihadapkan oleh 2 pilihan yaitu baik atau buruk, namun
jika kita lihat salah satu pahlwan kita yaitu Ir. Soekarno. Beliau adalah
pahlwan yang dihadapkan oleh 2 pilihan yang sulit yaitu pada saat Jepang
mmeberikan penawaran agar Indonesia bisa bebas namun harus memenuhi syarat
Jepang dengan memberikan kaum perempuan kepada pihak Jepang.
3. Membaca
akan menemukan value dari diri kita sendiri.
a. Di
dalam buku Orang-orang biasa karya Andrea Hirata, menceritakan tentang orang-
orang yang tinggal di kota kecil dan selalu duduk di bangku paling belakang
ketika sekolah. Orang yang kalau di sekolah prestasinya biasa-biasa saja,
bahkan cenderung ke bawah. Orang biasa yang kemampuan ekonominya cenderung
berada di bawah garis, yang memiliki tampang standar, dan memiliki segala hal yang hanya dimiliki
orang orang biasa saja. Namun mereka punya yang mungkin jarang ingin digapai
oleh orang orang biasa. Mimpi mereka adalah menyekolahkan anak perempuan Dinah
(salah satu tokoh yang dianggap biasa) yang bernama Aini di Fakultas Kedokteran
yang biaya kuliahnya sudah terkenal kemahalannya. Hikmah yang dapat diambil
dari kisah tersebut adalah rela menolong demi tujuan yang mulia, jangan takut
untuk bercita-cita, dan lain sebagainnya.
4. Orang
yang sering membaca dan memiliki banyak ilmu akan semakin banyak diam dan
semakin merasa bodoh.
Orang
yang demikian akan lebih berhati-hati ketika berbicara, mereka akan merasa
bodoh dan menunggu orang lain berbicara demi memperoleh informasi baru,
5. Orang
yang sering membaca akan mengangap dirinya lapar dan tetap merasa bodoh.
Closing
Statement yang dapat saya ambil dari acara ini adalah mungkin saya aakan merasakan
sakit, mungkin saya akan merasakan gagal, mungkin saya akan merasakan
kesulitan, mungkin saya akan mendapakan hinaan, mungkin saya akan merasakan
tangisan. Namun, yang paling saya syukuri adalah belajar. Orang yang sukses
adalah ia yang mampu bertahan disegala kesulitan yang dihadapi, karena ia mampu
belajar dan terus memperbaiki kegagalan.
Komentar
Posting Komentar